Marmer Tulungagung

Kabupaten Tulungagung sudah lama terkenal sebagai daerah penghasil marmer karena sejak jaman Belanda telah diusahakan. Lokasi daerah marmer ini tepatnya di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung. Dari hasil penelitian, didaerah ini ditemukannya batuan marmer dengan cadangan yang besar dan kualitas yang memenuhi syarat untuk bahan bangunan, yang kemudian pada Tahun 1961 ditetapkan menjadi Proyek Marmer Tulungagung, dan selanjutnya PT. Industri Marmer Indonesia Tulungagung yang mengusahakan.

Cara terjadinya Marmer Tulungagung

Secara geologi melalui analisa petrografi marmer Tulungagung ini sebenarnya belum merupakan marmer tetapi masih merupakan batugamping yang termarmerkan yang berasal dari Formasi Campurdarat. Proses termarmerkan terjadi karena adanya proses malihan (metamorfosa) kontak (suhu tinggi) secara setempat yang disebabkan adanya batuan terobosan (intrusi).

Meningkatnya permintaan akan marmer untuk memperindah berbagai bangunan untuk keperluan dalam negeri dan luar negeri menjadikan marmer menjadi komoditas yang sangat menjanjikan. Banyak pengusaha swasta  nasional baik skala kecil maupun besar bermunculan untuk bergerak dalam bidang industri marmer. Sebagai contoh hampir sepanjang jalan yang menuju  ke Pantai Popoh Tulungagung terdapat tempat pengolahan dan pemasaran marmer. Disamping akibat meningkatnya kebutuhan tersebut juga mengakibatkan bermunculan kegiatan penambangan baik di wilayah Tulungagung maupun daerah sekitarnya seperti Trenggalek, Blitar dan Ponorogo. Kebanyakan produk hasil dari industri marmer Tulungagung ini bahan dasarnya atau marmernya berasal dari luar Tulungagung.

Alternatif selain marmer Tulungagung

Karena semakin meningkatnya kebutuhan akan marmer untuk berbagai macam kebutuhan memperindah bangunan, para pengusaha di wilayah Besole ini kemudian mengusahakan juga bahan lain seperti dari bahan batuan beku maupun sedimen seperti andesit, granit, bobos, onyx, dll, yang hasilnya tak kalah bagusnya dari bahan marmer tersebut.